Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Rokok PSG Marak di Batam, Bareskrim Diminta Turun Tangan Tindak Bos Inisial WL

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:16 WIB Last Updated 2026-08-20T07:17:06Z

 

Foto rokok jenis PSG

BATAM, Pemburufaktanews.com - Batam kembali jadi pusat perhatian. Rokok ilegal bermerek PSG tanpa pita cukai kini beredar bebas. Di balik murahnya harga, ada kerugian besar yang ditanggung negara dan masyarakat.


1. Kerugian Negara Bukan Angka Kecil


Cukai tembakau adalah salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar. Saat rokok ilegal masuk, negara kehilangan haknya. Produsen rokok resmi yang bayar cukai justru kalah bersaing karena harganya jauh lebih mahal. Akibatnya penerimaan negara turun, usaha legal dirugikan, dan hukum diinjak.


2. Bahaya di Balik Harga Murah


Rokok tanpa pita cukai tidak melalui pengawasan mutu. Kandungan tar, nikotin, dan bahan lainnya tidak terjamin. Konsumen juga tidak dapat perlindungan karena produknya tidak terdaftar resmi.


Selain itu, peredaran rokok ilegal sering dikaitkan dengan jaringan lain. Penyelundupan, pemalsuan pita cukai. Jadi ini bukan sekadar soal rokok murah.


3. Warga Desak Bareskrim Turun Tangan


Karena dampaknya sudah sistemik, warga mendesak aparat pusat ikut turun. Nama Bareskrim Polri disebut karena dinilai punya kapasitas membongkar jaringan besar lintas daerah.


"Penanganan rokok ilegal di Batam harus jadi prioritas. Jangan berlarut-larut," kata seorang warga Batam, Sabtu (15/8/2026).


Bareskrim sebelumnya juga terbukti berhasil membongkar kasus besar perjudian dan narkoba di Batam. Karena itu publik berharap momentum yang sama dipakai untuk memburu jaringan rokok ilegal.


Dari hasil investigasi lapangan, muncul dugaan keterlibatan seorang berinisial WL yang disebut mengendalikan peredaran rokok PSG di Batam dan Kepri. Informasi ini diharapkan jadi bahan bagi aparat untuk menelusuri sesuai prosedur hukum.


Di sisi penegakan, Bea Cukai Batam, Polda Kepri, Pemko Batam, dan Bareskrim diminta bersinergi. Pengawasan diperketat, penindakan tegas, dan transparan. Hanya dengan cara itu efek jera bisa tercipta.


Hingga berita ini diturunkan, media masih menunggu tanggapan resmi dari Kantor Bea Cukai Batam dan Polda Kepulauan Riau.

×
Berita Terbaru Update