![]() |
| Ketua DPD LPRI Kepri Leo Nazara minta udut terkait dugaan keterlibatan oknum anggota Polisi di balik Penyelundupan barang barang tanpa dokumen di Sembulang dan Tanjung Riau |
Batam, Pemburufaktanews.com - Dugaan keterlibatan oknum anggota Polri dalam aktivitas pengiriman barang yang diduga tidak dilengkapi dokumen resmi di kawasan pesisir Batam, kini menjadi sorotan Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Kepulauan Riau.
Ketua DPD LPRI Kepri, Leo Nazara, menegaskan isu tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang liar di tengah masyarakat dan harus ditindaklanjuti secara resmi jika memiliki dasar yang dapat diverifikasi.
Menurut Leo, momentum pergantian kepemimpinan di Polda Kepri dengan hadirnya Kapolda Kepri yang baru, Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., harus menjadi titik penguatan pengawasan internal.
“Dugaan keterlibatan oknum tidak boleh berhenti sebagai isu liar di tengah masyarakat. Jika memang terdapat indikasi pelanggaran, harus ada pemeriksaan resmi agar semuanya menjadi terang. Jangan sampai perbuatan segelintir orang merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tegas Leo, Rabu (07/10/2026) di Batam.
Minta Telusuri Jalur Dapur 6 – Tanjung Riau
Leo yang juga Humas Nasional DPP Gerakan Persatuan Nasional Nol Delapan (GPN 08) menilai, jika dugaan aktivitas pengiriman barang ilegal di Pelabuhan Dapur 6 Sembulang, Galang, maupun kawasan Pelabuhan Tanjung Riau itu benar terjadi, maka rantai kegiatan tersebut wajib ditelusuri secara komprehensif.
Mulai dari asal dan tujuan barang, dokumen pengangkutan, legalitas kepabeanan, hingga pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Ia menyatakan mendukung penuh agenda penegakan hukum dan reformasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto agar aparat bekerja profesional tanpa pandang bulu.
Desak Bea Cukai Batam Bersikap Tegas
Selain Propam, Leo juga menyoroti peran Bea Cukai. Ia meminta Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Agung Widodo, berani bertindak dan tidak melemahkan fungsi pengawasan.
“Kami meminta klarifikasi resmi, pemeriksaan transparan, dan penelusuran aktivitas di jalur laut Dapur 6 hingga Tanjung Riau yang diduga ada keterlibatan oknum. Kami juga meminta Kepala Bea Cukai Batam agar berani bertindak dan tidak membiarkan fungsi pengawasan menjadi lemah,” tambahnya.
Propam dan Humas Polda Kepri: Akan Dicek
Terpisah, Kabid Propam Polda Kepri, AKBP Robby Topan Manusiwa, S.I.K., M.H., menegaskan akan melakukan pengecekan.
“Kаmi аkаn cek kebenаrаnnyа. Apаbilа аdа kаitаn аnggotа, kitа proses,” ujаrnyа singkаt pаdа Selаsа (06/10/2026).
Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
“Nanti saya cek dulu bang,” ujar Kombes Pol. Nona Pricillia kepada wartawan.
Sementara itu, informasi awal yang sebelumnya menyebut oknum berinisial LB, berdasarkan penelusuran terbaru merujuk pada oknum berinisial *EL* yang disebut bertugas di Polres Karimun.
Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si., belum memberikan tanggapan atas konfirmasi wartawan.
Redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan hak jawab secara berimbang sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum berinisial EL tersebut masih bersifat informasi awal yang memerlukan verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.
